Selasa, 13 Oktober 2015

Sejarah Pembuatan Monas DiJakarta


Sejarah Monas Di Jakarta

Monumen nasional
Poker Online Indonesia - Tepat hari ini, Jakarta memasuki usia ke-488. Sepintas jika menyebut Kota Jakarta, banyak citra kurang baik yang muncul di benak masyarakat. Seperti masalah kemacetan, banjir, kota super padat, hingga masalah kesenjangan antara kehidupan si kaya dan miskin.

Terlepas dari permasalahan Ibukota, banyak nilai-nilai sejarah yang mungkin dapat mengingatkan kita pada perjuangan masa lalu. Perjuangan membangun negeri ini ditandai dengan berbagai pembangunan monumen bersejarah di Jakarta. Berikut asal-usul atau sejarah berdirinya beberapa monumen di Ibukota:

1. Monumen Nasional (Monas)

Menyusul pengakuan kedaulatan RI oleh pemerintah Belanda pada 1949, atau setelah pusat pemerintahan RI kembali ke Jakarta dari Yogyakarta pada 1950, Presiden Sukarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan depan Istana Merdeka.

Pada 17 Agustus 1954, Bung Karno pun membentuk sebuah komite nasional. Setahun kemudian, sayembara perancangan monumen nasional pun terbentuk.

Keinginan pembangunan ini tak lain untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945. Sehingga diharapkan dapat terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Dari 51 karya yang masuk, hanya 1 karya yang dibuat oleh Frederich Silaban, yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite. Antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad.

Sayembara kedua digelar pada 1960, tapi sekali lagi tak satu pun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Tetapi Bung Karno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni.

Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa. Sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung anggaran negara.

Terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban pun menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi membaik.

Sukarno kemudian meminta arsitek RM Soedarsono melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8, dan 45 yang melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan RI, ke dalam rancangan monumen itu.

Tugu Peringatan Nasional yang kini menjadi Monumen Nasional atau populer disingkat dengan Tugu Monas, kemudian dibangun di areal seluas 80 hektare. Tugu ini dirancang Friedrich Silaban dan RM Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961 setinggi 132 meter atau 433 kaki.

Tugu Monas dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas, yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Tugu Monas terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat atau di depan Istana Merdeka. Kini monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum

.Daftar Sekarang

Situs Judi Poker

0 komentar:

Posting Komentar